Rabu, 23 November 2011

Sekat Menyesat

Kusemat namamu tepat merapat di jantung
kujadikan bandul ia, agar boleh selalu kugenggam saat mulai kecut hati
pun risah sebab merindu..

tahukah kau rindu
ya, rindu adalah ketika kau berada dekat namun jemari kita urung merekat

nampaknya akan lama kita berkutat dalam sesat..

Des 12

Berbagi Rasa

Aku berbisik pada desir angin yang menyapu wajahku kala berhadapan denganmu..
pun aku mengadu pada deru hujan yang seakan menyindir degupku saat di dekatmu..
bahkan turut kucelotehkan pada sinar mentari dari celah jendela yang tak pernah mampu menyaingi binar tatapku kala menangkap imajimu dalam ekor mataku..

Kurasa telah ramai kubagi ceritaku tentangmu..


Darimana Datangnya

Seperti tak satu lagu mampu menandingi merdu irama kala kau bertutur..
serupa tak satu tetabuhan sanggup membuat riaku terlonjak layaknya gelak tawamu..
kiranya tak sedikitpun bising mampu mengalahkan riuh derapmu yang membuat telingaku meruncing..

kupandang awan, lambat laun bentuknya serupa rautmu..
kusesap kopi di awal pagi, serta-merta senyummu ada dalam tiap reklame..

apa yang diperbuatnya pada telingaku, sehingga kuingin mendengarkan lebih..
ada yang salah dengan mataku, karena dapat mengenali bayanganmu bahkan sebelum kau sempat berucap..

-Des 11-