apa yang tengah menitik mustahil kau susut kembali..
pernahkah kau menyentuh perih yang menyenangkan hingga menyesakkan?
atau justru kegembiraan yang memilukan...
bagai candu ia..
sakitnya menagih, sehingga bila tidak pedih, maka kau usahakan untuk iya..
orang bilang, polos hati dan kopong pikir hanya berbatas rambut belah tujuh..
mengapa yang tadinya kupikir langkah surga justru membakarku melebihi neraka..
mungkin tingkahku keliru, tapi kasihku tak akan salah..akan geming kala kudengar rayu menumbal..
baiknya kusanggah genta ini..
ste ayesha
23 des 2010
(mngusap rinai di mata)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar